Tuesday, June 2, 2009

ketololan masa muda (3)

Hana Kamilia adalah sepupu yang sekaligus playmate gue dari masa kecil. Dari mulai mandi bugil di garasi (yang alhasil orang2 dengan manstap melihat keelokan tubuh ini - halah!), sampe nguburin harta karun di pasir taman sebelah dan yang paling sering kita lakukan adalah main masak-masakan. kala itu masak-masakan paling praktis mainnya. petik daun di taman depan rumah, ambil batu, lalu tuangkan air ke atas daun, terakhir diuleklah daun tersebut! jadi deh menu of the day! ketika dulu semua begitu lepas, begitu nikmaaat. dan sampai sekarang, hana kamilia tetap menjadi sepupu di sebelah rumah yang kalau gue gak ada makanan, bisalah curi2 makanan sedikit.. heheheh

anyway, hana punya bapak yang biasa dipanggil Ayah. Sudah tradisi (halah) di keluarga dari ibu gue bahwa kalau panggilan anak ke bapaknya boleh ditiru sama sepupu-sepupunya sendiri. ngerti kan? jadi gue memanggil bapak dari Hana ini dengan sebutan Ayah. sama halnya dengan sepupu2 gue yang lainnya.

Ayah adalah seorang yang pendiam, kalem, namun gue yakin pasti beliau memiliki hal-hal yang tak terduga. sampai suatu hari, gue main ke rumah hana yang notabene di sebelah rumah gue. kebetulan, lagi pada bersih2. Alhasil, gue mengambil pengki dan menyapu rumah hana.

(Gue sedang asyik menyapu...)
Ayah : "Eh Nabila. Nyapu toh."
Nabila : "E-e-eh iya, Yah."
Ayah : "Pantatnya dinaikin dong, Bil."

Hah? Pantat? Duh maksudnya apaan nih?, batin gue. dan sebagai reaksi, gue menaikkan pantat gue supaya lebih nungging!!!!!

Ayah : "Loh, Nabila kok naikin pantatnya! Bukan pantat kamu yang dinaikin, tapi pantat pengki!!"

O-o-o-o-o!!!!!!!!!!
Malu Mode On.


N

1 comment:

S.Kirana said...

NAB BLOG ANDA SANGAT AMAT KOCAK SEKALIHOO wahahahah